Tampilkan postingan dengan label Daun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 April 2012

Bluntus Tanaman Obat Penghilang Bau Badan

Bluntus Tanaman Obat

Nama ilmiah tanaman Bluntas adalah Pluchea Indica L. Less, tumbuhan ini termasuk jenis semak atau setengah semak. Orang di Jawa barat memanggilnya dengan nama Baluntas, dan banyak orang yang memanfaatkan tanaman ini sebagai pagar pekarangan.

Uraian Tanaman dan Cara Perbanyakan Tanaman
Pohon BluntasTumbuhnya tegak dengan tinggi bisa mencapai 2 meter. Cabangnya banyak, berusuk halus dan berbulu lembut. Tumbuh liar dan banyak terdapat ditanah tandus yang kurang terurus. Daunnya bertangkai pendek, letaknya berseling, berbentuk bundar telur sungsang dengan ujung melancip. Tepinya bergerigi dan berwarna hijau. Sedangkan bunganya yang keluar dari ujung cabang dan ketiak daun berwarna ungu, membentuk bunga bonggol yang bergagang atau duduk. Perbanyakan tanaman bisa dilakukan dengan cara stek. Yang banyak bermanfaat dari tanaman bluntas untuk obat, adalah pada bagian daunnya. Dimana aroma dari daun bluntas adalah baunya cukup getir dan sengir.

Khasiat Tanaman Bluntas :
Untuk menyembuhkan gangguan pencernaan pada anak-anak serta menambah nafsu makan. Cuci daunnya lalu campurkan pada bubur atau nasi tim anak.
Untuk obat TBC kelenjar leher, ramuannya antara lain ekstrak daun beluntas ditambah ekstrak gelatin dari kulit sapi dan rumput laut ( Laminaria japonica), dikumpulkan dan dibuat nasi tim lalu dimakan.
Obat nyeri karena Rheumatik, ambil sekitar 15 gram beluntas , dicuci lalu direbus dan diminum.
Untuk menghilangkan Bau Badan, ambil daun beluntas yang masih muda, lalu dimakan sebagai lalapan.
Untuk menurunkan panas, ambil daun beluntas, rebus lalu minum airnya ( atau bisa juga disedu seperti teh ) .

Demikian beberapa khasiat yang bisa diambil dari pohon Bluntas, Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin.

Minggu, 18 Maret 2012

Manfaat Daun Gedi

Daun Gedi

suatu ketika ada orang yang mengatakan padaku tentang khasiat daun gedi. katanya dapat menyembuhkan penyakit usus buntu. Entah apa yang dikatakan itu benar apa salah, tapi sebenarnya banyak manfaat juga bila kita memanfaatkan daun gedi. Daun gedi adalah daun yang sangat dikenal oleh masyarakat manado. biasanya digunakan sebagai campuran wajib untuk bubur manado. Daun gedi juga kaya akan vitamin A, fe, dan serat yang baik untuk pencernaan. Kolagen dalam daun gedi berkhasiat untuk menjaga kesehatan kulit. dan dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah.

KEGUNAAN : Dalam pengobatan Alternatif Herbal
Menurunkan Tekanan darah, makanan.

Senin, 12 Maret 2012

Khasiat Daun Cincau

Daun Cincau

Bukan hanya sebagai minuman segar, cincau hijau juga memiliki bermacam manfaat kesehatan. Mengkonsumsinya dengan teratur, bisa membantu menyembuhkan radang lambung, demam, bahkan tekanan darah tinggi.

Siapa yang tidak kenal cincau atau camcau, minuman tradisional yang mudah ditemukan di berbagai tempat. Dengan geroba, pejualnya banyak bertebaran di pinggir-pinggir jalan kota-kota besar. Beberapa resto, rumah makan atau café, juga banyak yang menyediakan minuman ini.

Disajikan dalam keadaan dingin, cincau hijau memang terasa sangat menyegarkan, tidak kalah dengan minuman lainnya. Bukan hanya segar ternyata, manfaat kesehatan pun bisa diperoleh bila rutin mengkonsumsinya. Penelitian menyimpulkan, daun cincau hijau mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida, dan lemak. Juga vitamin A, Vitamin B, kalsium dan fosfor.

Dengan kandungan-kandungannya itu, cincau hijau bisa dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan radang lambung, demam, dan tekanan darah. Tentang penyakit yang terakhir, penelitian yang dilakukan Prof. Dr. Sardjito dkk dari Jogjakarta pada 1966 berhasil membuktikannya.

Saat itu, salah satu uji coba dilakukan pada seorang pasien berumur 70 tahun yang tekanan darahnya mencapai 215 mm/120mm. Setelah mengkonsumsi cincau dua kali sehari selama satu bulan, tekanan darahnya menjadi 160mm/100 mm. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan, pun hilang serta berat badan turun.
Khasiat Daun Cincau bagi Kesehatan

Cincau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Ini karena cincau memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Penelitian Direktorat Gizi departemen Kesehatan menemukan 6.23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau. Mengkonsumsi sehari- hari bersama buah dan sayur-mayur, bisa mencukupi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram.

Bila kandungan seratnya cukup tinggi, tidak begitu dengan kandungan kalori yang hanya 122. karena kandungan serat yang tinggi dan kalorinya rendah, mengkonsumsi cincau setiap malam bisa membantu melancarkan buang air besar. Manfaat kesehatan juga bisa didapat dari akarnya yang mengandung pati, lemak dan alkaloid cycleine. Zat-zat inilah yang membuatnya mampu mengobati demam dan sakit perut.
Khasiat Daun Cincau bagi Kesehatan

Cara Mudah Mengambil Khasiatnya :
Cincau atau camcam adalah tanaman asli Asia Tenggara yang memiliki nama latin Cyclea Barbata. Bia dapat berkembang subur di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 800 metel dpl. Tanah gembur dengan keasaman 5.5 sampai 6.5 dan lingkungan teduh, adalah tempat yang cocok bagi cincau.

Tanaman perdu ini tumbuh dengan cara merambat kearah kanan pohon inangnya. Berdiameter sekitar 1 cm, panjangnya bisa mencapai 5 sampai 16 meter. Bentuk daunnya seperti perisai, meruncing dan berwarna hijau, dengan panjang antara 5 sampai 16 cm. Bila dipegang, permukaan daun terasa kasar oleh bulu-bulunya.

Untuk membuat daun cincau hijau menjadi minuman segar dengan bermacam khasiat di atas, caranya sangat mudah. Daun-daun cincau tersebut cukup dicuci bersih, diremas-remas sampai lumat, ditambah sedikit air dan cairan kental yang keluar disaring.

Seberapa banyak daun dan bahan-bahan tambahannya, disesuaikan dengan manfaat yang akan diambil. Untuk panas perut, dibutuhkan sekitar 20 helai daun. Setelah diremas dan disaring, tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Kemudian dibiarkan di tempat dingin sampai menjadi gel atau agar-agar. Agar terasa nikmat meminumnya bisa diberi madu, sirup atau gula aren cair.

Cara sama berlaku untuk mengobati disentri dan sariawan. Ramuan tersebut diminum selama seminggu berturut-turut. Sedangkan untuk mengobati bisul, daun cincau secukupnya dicuci bersih dan dilumatkan. Setelah lembut ditempelkan di bagian yang bernanah untuk mengeluarkan nanah tersebut.

Sementara untuk demam, yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Bagian akar ini dicuci bersih dengan air secukupnya. Setelah matang, minum air rebusannya. Selain cara ini, bisa juga dengan menyeduh rimpang dengan air panas.

Bila ingin sekedar menikmatinya sebagai minuman segar, setelah menjadi gel dicampur dengan santan dan es batu. Santannya tentu dibikin beraroma, dengan merebusnya bersama gula, daun pandan dan garam secukupnya.

Khasiat Daun Cekur

Cekur ditanam di kebanyakan rumah di kampung-kampung tradisi, sama ada untuk kegunaan perubatan atau masakan.Pokok cekur mempunyai daun yang sederhana lebar, tebal dan berwarna hijau sementara bahagian bawah daunnya berwarna hijau muda. Nama saintifiknya ialah Kaemferia galanga daripada keluarga Zingiberaceae. Bunganya berwarna ungu dan tumbuh di celah-celah pucuk sementara akarnya mengeluarkan umbi seperti kunyit.

Pokok ini membiak melalui umbisinya. Tradisi penanamannya juga dibuat melalui umbisi dan anak cekur yang masih kecil. Isi cekur berwarna putih dan baunya maung serta pahit. Namun begitu, ia sering dijadikan ulam oleh kaum wanita, terutamanya selepas bersalin.

Selain dimakan begitu saja, amalan merebus pokok dan akarnya juga dilakukan di mana air rebusan ini diminum oleh penggemar herba tradisi ini. Khasiatnya dikatakan boleh mengembalikan tenaga terutama bagi wanita-wanita selepas bersalin dan mereka yang merasa kurang bermaya. Kepada mereka yang mengamalkannya secara berterusan, ulam ini dikatakan boleh mengekalkan keremajaan.Satu lagi khasiatnya ialah ia boleh mencegah keguguran bagi wanita-wanita yang bermasalah. Ia juga boleh menghilangkan gatal tekak dengan mengunyah umbisinya.

Terdapat sejenis lagi cekur yang amat berkhasiat dalam tradisi perubatan Melayu. Cekur ini disebut sebagai cekur merah. Daunnya berwarna perang dan mengeluarkan bunga berwarna merah jambu, tetapi ada juga spesies yang mengeluarkan bunga berwarna ungu.
Untuk mengenal pasti jenisnya, gosokkan umbisi pokok ini pada empulur pisang. Jika benar ia dari spesies yang dimaksudkan, ia akan meninggalkan kesan kemerah-merahan pada batang pisang berkenaan.

Kamis, 08 Maret 2012

Manfaat Daun Mangga

Manfaat Daun Mangga


Daun mangga muda, untuk mengatasi asam urat.
caranya seduh daun mangga muda dalam gelas sebagaimana menyeduh teh. Sebentar saja air putih panas itu berubah warna menjadi kecoklat-coklatan, kemudian tambahkan sedikit gula putih. Lalu minum seduhan daun mangga muda itu.

Daun Mangga sebagai obat diabetes.
Caranya, cukup dengan merendam daun mangga semalaman dalam secangkir air. Setelah itu, tiriskan daun keluar dan minum airnya. Hal ini membantu untuk meringankan gejala diabetes

Bagi Anda yang akan mencoba sebaiknya terlebih dahulu harus mencari informasi lebih komplit lagi ke berbagai sumber, sehingga tidak ada akibat yang membahayakan atau bahkan fatal.

Khasiat Daun Insulin

Daun Insulin



Berdasarkan informasi dari orang-orang di kampung saya yang sumbernya darimana tidak di ketahui, tersebutlah satu tumbuhan bernama pohon Insulin. Di sinyalir daun insulin dapat menurunkan kadar gula darah dengan cepat dan aman di konsumsi. Pohonnya mempunyai bunga berwarna kuning ( seperti bunga matahari) dan gampang sekali di tanam. Dapat tumbuh di daerah panas maupun bernuansa dingin seperti di daerah puncak.

Cara mengkonsumsi daun insulin dengan merebus 3 sampai 5 lembar daunnya dengan air lebih kurang 1 liter. Direbus sampai air mendidih dan biarkan sampai lebih kurang 10 menit, baru api dimatikan. Dengan minum air rebusan ini setelah 3 hari khasiatnya akan terlihat. Akan tetapi seperti yang dipaparkan diatas, asupan makanan perlu di perhatikan juga pengontrolan secara rutin. Jika setelah mengkonsumsi rebusan air daun insulin kadar gula darah berada di bawah normal, maka hentikan sementara . Rasa air rebusan daun insulin sangat pahit ( bagi yang tidak tahan rasa pahit, akan sulit menelan air rebusan ini).

Penyakit diabetes dapat berdampak pada datangnya penyakit yang lain. Seperti yang dialami oleh papaku, pendengarannya menjadi terganggu terutama pada frekwensi tinggi. Menurut dokter THT yang memeriksanya hal itu diakibatkan karena penyakit Diabetes dan tekanan darah tinggi.

Sesungguhnya begitu banyak hasil alam Indonesia yang belum kita ketahui manfaatnya, contohnya pohon insulin ini. Semasa dari kecil, rasanya sudah tidak asing akan pohon ini. Hanya saja nama yang di kenal bukan pohon insulin dan sama sekali tidak dilirik oleh masyarakat walau hanya sebagai tanaman hias. Maklum …. bunganya tidak terlalu menarik dan sama sekali tidak menebarkan aroma harum seperti bunga mawar dan melati misalnya. Malah terkesan agak bau. Siapa sangka beberapa tahun terakhir ini pohon ini sengaja di budidayakan dan dari hasil browser baru ku ketahui ternyata obat tradisional ini sudah di racik dan di buat berbentuk kapsul yang siap di konsumsi. Dengan demikian rasa pahit dapat ditanggulangi dan bagi yang tidak tahan dengan rasa pahit dapat ikut mengkonsumsinya.

Semoga bermanfaat.

MANFAT DAUN DAN POHON INAI"

"MANFAT DAUN DAN POHON INAI"

"Pohon inai" maupun "daun"nya pada tahap pertama menimbulkan rasa sejuk dan pada tahap kedua mengeringkan serta memiliki sifat merekat."

KOMPOSISI KIMIA "INAI".

Daun dan bunga "inai" bermanfaat. "Daun inai" mengandung bermacam-macam glikosida, senyawa asal gula dengan zat yang dapat terhidrolisis. Glikosida yang terpenting adalah lawsonia dengan struktur senyawanya 2-hidroksil-1, 4-naftokuinon, yaitu materi yang bertanggung-jawab atas terjadinya perwarnaan. "Daun inai" juga mengandung beberapa materi resin dan tanin yang dikenal dengan nama hennatannin.


Sementara itu, bunga "inai" mengandung minyak yang mudah menguap dan berbau wangi. Kandungannya yang paling penting adalah beta-ionone (A dan B). (Sumber: Ensiklopedi Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur'an dan Sunah).


PEMANFAATAN "INAI" PADA ZAMAN RASULULLAH SAW

Hadits Riwayat Ibnu Majah menyebutkan bahwa "daun inai" (pacar) bermanfaat bagi penyembuhan penyakit kepala.

Hadits Riwayat Turmudzi, menjelaskan, Dari Salma Ummu Rafi' seorang pelayan rumah tangga Nabi SAW ia berkata : "Tidaklah pernah Nabi kena tertusuk duri dan ditumbuhi kutil, kecuali ia meletakkan "daun inai" di atasnya (sebagai obat)".


Khasiat "inai" antara lain :

a. Menghilangkan rasa panas terbakar api, dengan membalurkan "daun inai" yang telah ditumbuk halus.


b. Menyembuhkan luka pada mulut dan lidah tersayat, dengan mengunyah "daun inai".


c. Mengobati bisul maupun bengkak yang panas menusuk, dengan melumurkan"daun inai" yang telah ditumbuk halus.

d. Mengobati anak-anak yang mulai dikenai gejala penyakit cacar, dengan melumurkan "daun inai" pada tapak kakinya.


Dihikayatkan bahwa pernah seorang laki-laki pecah jari kelingking tangannya dan sudah menyatakan akan memberikan hadiah yang besar bagi orang yang dapat mengobatinya (supaya utuh kembali). Lalu seorang wanita mengatakan kepadanya agar meminum "air daun inai "
selama 10 hari dan merendamkan tangan pada air rendaman daun inai tsb.
Ternyata, jari kelingking tangan laki-laki itu utuh dan sehat kembali.


juga menumbuhkan, menyuburkan dan mengindahkan rambut, menyembuhkan bintil di badan dengan melumurkan "Daun inai"yang telah ditumbuk halus dan dicampur sedikit dengan air. Juga dapat menyembuhkan penyakit kurab dengan mencampur "daun inai " bersama air kompres (rivanol).
(Sumber : Achmad Sunarto, dalam tulisannya yang berjudul "Pengobatan Penyakit Menurut Petunjuk Rasulullah SAW".


Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. ia berkata, "Biasanya Abu Bakar mewarnai tubuhnya dengan "inai" dan katam, sedangkan Umar mewarnai tubuhnya dengan "inai" saja." (HR. Muslim).


Dalam sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Abu Dzar ra., ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda. "Sesungguhnya yang terbaik untuk mewarnai rambut beruban kalian adalah menggunakan "inai" dan katam." (HR. Asbab as Sunan).

Manfaat Daun Nilam

SEBAGIAN masyarakat mungkin belum banyak mengetahui tentang tanaman yang satu ini. Padahal, ia paling banyak tumbuh di beberapa wilayah Indonesia. Bila dibudidayakan dalam skala luas, tanaman ini cukup menjanjikan.

Nilam, tanaman asal Filipina yang mempunyai nama (Pogostemon patcchouli, atau Pogostemon cablin Benth alias Pogostemon mentha) ini sama sekali tak ada kaitannya dengan jenis ikan nila. Ia merupakan tumbuhan semak yang mempunyai tinggi sekira 0,5 – 1 m, percabangannya banyak dan bertingkat mengitari batang, dan berbulu. Radius cabang melebar 60 cm. Batangnya berkayu persegi empat dengan diameter 10-20 cm berwarna keungu-unguan. Sedangkan daunnya berwarna hijau tersusun dalam pasangan berlawanan. Mempunyai bentuk bulat lonjong dengan panjang 10 cm, lebar 8 cm, ujungnya agak meruncing dan tangkai daunnya sekira 4 cm berwarna hijau kemerahan.

Nilam dapat tumbuh di mana saja dan bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lainnya. Namun, nilam akan tumbuh baik pada ketinggian 10-400 m dpl. Nilam tidak haus air dan tahan kering, tapi nilam hanya menghendaki suhu 24-28 derajat Celcius dan mempunyai kelembaban lebih dari 75% serta curah hujan yang merata sepanjang tahun 2.000-3.500 mm per tahunnya.

Di beberapa negara seperti Malaysia, Madagaskar, Paraguay, Brasil, Cina termasuk Indonesia, Nilam dikembangkan menjadi minyak atsiri yang disebut minyak eteris atau minyak terbang (essensial oil, volatile).

Minyak yang berasal dari nilam dimanfaatkan sebagai obat-obatan seperti anti septik, anti jamur, anti jerawat, obat eksim, dan kulit pecah-pecah, serta ketombe, mengurangi peradangan, bahkan dapat membantu mengurangi kegelisahan dan depresi, atau membantu penderita insomnia (gangguan susah tidur) dan bersifat afrodisiak meningkatkan gairah seksual.

Tak hanya minyak. Di India misalnya, daun nilam kering digunakan sebagai pengharum pakaian dan permadani. Malahan kabarnya, air rebusan atau jus daun nilam dapat diminum sebagai obat batuk, asma, dan remasan akarnya untuk obat rematik dengan dioleskan pada bagian yang sakit. Serta remasan daunnya juga manjur untuk obat bisul dan pening kepala.

Sedangkan di Eropa dan Amerika, minyak nilam digunakan sebagai bahan baku industri pembuatan minyak wangi sebagai pengikat bau atau fikative parfum, kosmetik, dll. Komponen utama minyak nilam diperoleh dengan cara penyulingan daun nilam yang berupa pachoully alcohol 45-50%, sebagai penciri utama. Bahan industri kimia penting lainnya meliputi patchoully camphor, cadinene, benzaldehyde, eugenol, dan cinamic aldehyde.

Adapun penyulingan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu cara direbus, dikukus, dan penyulingan dengan uap. Penyulingan direbus, daun nilam kering dimasukkan dalam ketel berisi air dan dipanasi. Kapasitas ketel penyulingan bervariasi, mulai dari 200-2000. Ketel dibuat dari bahan antikarat, seperti stainless steel, besi atau tembaga berlapis alumunium.

Dari ketel akan keluar uap, kemudian dialirkan lewat pipa yang terhubung dengan kondensor (pendingin). Uap berubah menjadi air. Air yang sesungguhnya merupakan campuran air dan minyak itu akan menetes di ujung pipa dan ditampung dalam wadah. Selanjutnya, dilakukan proses pemisahan sehingga diperoleh minyak nilam murni.

Sementara sistem penyulingan uap menjamin kesempurnaan produksi minyak atsiri. Pada sistem ini bahan tidak kontak langsung dengan air maupun api. Prinsipnya, uap bertekanan tinggi dialirkan dari ketel perebus air ke ketel berisi daun nilam (ada dua ketel). Uap air yang keluar dialirkan lewat pipa menuju kondensor hingga mengalami kondensasi. Cairan (campuran air dan minyak) yang menetes ditampung, selanjutnya dipisahkan untuk mendapatkan minyak nilam.

Tak lepas dari cara bertanam. Mengingat yang dipanen daunnya, tumbuhan nilam merupakan vegetatif yang harus diupayakan seoptimal mungkin. Pada penanamannya, sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Dalam pembibitan, ambillah dari batang atau cabang yang sudah cukup tua, berdiameter 0,8-1 cm. Panjang stek 15-23 cm. Setidaknya berisi 3-5 mata tunas atau tiga helai daun. Jarak tanamannya mulai dari 30 x 100 cm, 50 x 100 cm, hingga 100 x 100 cm, tergantung kesuburan dan jenis tanah. Ketika pemberian pupuk, sebaiknya menggunakan pupuk organik (kompos) maupun anorganik (buatan).

Untuk menghindari hama penyakit, seperti hama phytoptora, serangga perusak daun, nematoda, penyakit buduk, busuk batang, luka batang, dan gejala defisiensi, juga ulat pemakan daun, ulat penggulung daun dan belalang, sebaiknya ditanam pada lahan yang agak terlindung dan cukup sinar matahari.

Untuk memperbanyak pertumbuhan daun-daun muda, maka harus dilakukan dengan cara pemangkasan. Nilam bisa dianggap siap panen atau matang bila sudah menginjak umur 6 bulan atau 5-8 bulan. Bila ingin pertumbuhan tunas barunya cepat, maka bagian yang dipanen harus dari cabang tingkat dua ke atas, sekira 20 cm di atas tanah dan biasanya disisakan satu cabang. Bila kondisi tanamannya bagus, daun nilam bisa mencapai sebanyak 3,5 – 4 ton daun nilam kering.

Agar dalam nilam tetap mengandung minyak atsiri sebanyak 2,5-5% maka pemanenannya pun harus dilakukan pagi hari, atau menjelang petang, dan ketika musim kering. Pemetikan pada siang hari membuat daun kurang elastis dan mudah robek. Juga transpirasi (penguapan air) daun lebih cepat sehingga kadar minyak atsirinya berkurang.

Nilam yang sudah dipanen harus dipotong-potong 3-5 cm, kemudian dijemur selama 4 jam. Setelah itu diangin-anginkan di atas para-para yang teduh, sambil dibolak-balik 2-3 kali sehari selama 3-4 hari hingga kadar airnya tinggal 15% (ini kondisi siap suling). Dalam pengeringan tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat. Karena akan menyebabkan daun cepat rapuh dan sulit disuling serta daun menjadi lembab, mudah ditumbuhi jamur. Akibatnya, rendemen atau mutu minyak yang dihasilkan akan menurun.

Berdasarkan hasil laporan dari Marlet Study Essential Oils and Oleoresin (ITC), bahwa produksi minyak nilam dunia mencapai 500-550 ton per tahun. Indonesia adalah salah satu negara pengekspor minyak nilam terbesar sekira 450 ton per tahun. Dibandingkan dengan Cina yang hanya sekira 50-80 ton per tahun. Produk atsiri dunia yang didominasi Indonesia meliputi nilam serai wangi, minyak daun cengkih, dan kenanga. Itu merupakan komoditi nonmigas yang sangat digemari oleh mancanegara.

Walaupun tumbuh di semak, nilam cukup menguntungkan dan merupakan peluang bisnis di saat krisis.

Rabu, 07 Maret 2012

Manfaat Daun Tempung

Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl.

Terna tahunan, tegak, 0,6 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berrusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh dan berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bungan bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabug dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecoklatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, coklat kekuningan.

Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 meter disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

Sifat dan Khasiat.

Tempuyung rasanya pahit dan dingin. Berkhasiat menghilangkan panas dan racun, peluruh kencing (diuretik), penghancur batu (lipotriptik), antiurolitiasis dan menghilangkan bengkak.

Kandungan Kimia

Tempuyung mengandung a -laktuserol, b -laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid dan taraksasterol.

Bagian yang digunakan
Daun atau seluruh tumbuhan
Indikasi

Tempuyung dapat mengatasi:

Batu sakuran kencing dan batu empedu
Radang usus buntu (apendistis), radang payudara (mastitis)
Disentri
Wasir
Beser mani (spermatorea)
Darah tinggi (hipertensi)
Pendengaran berkurang (tuli)
rematik gout, memar
bisul, luka bakar.

Cara Pemakaian

Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15-60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar dan wasir.

Efek farmakologis dan Hasil Penenitian

Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro , menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1) daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal: 2) daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik dari pada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM 1991)

Praperlakuan flavonoid fraksi asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetraklorida (CCI 4 ) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM 1991)


Radang Payudara

Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15g direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Bisul

Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

Darah Tinggi, Kandung Kencing dan Kandung Empedu Berbatu
Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan ebentar. Makan sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 3 kali sehari

Kencing Batu

Daun tempuyung kering sebanyak 250mg direbus dengan 250 cc air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Daun tempuyung, daun Advokad (Persea america) , daun sawi tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5 lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya . Setelah dingin disaring. Air yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus) segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah dan 3 jari gula enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin disaring, lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

Pendengaran berkurang (Tuli)

Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak. Gilling sampia halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya diteteskan pada elinga yang tuli. Lakukan 3 - 4 kali sehari

Manfaat Daun Turi

Turi (Sesbania grandiflora)

Banyak ditemukan di daerah pedesaan. Di Indonesia banyak dimanfaatkan sebagai ‘paru-paru kota’ dan sebagai lalapan. Ya, bunga turi sering digunakan sebagai sayuran pelengkap pecel. Bunga turi dapat membantu memperlancar ASI ( Air Susu Ibu ) dan mengatasi gangguan buang air besar. Selain itu juga dapat melembutkan kulit. Bunga turi ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna kuning. Kandungan senyawa bunga turi merah lebih banyak.

Apa saja senyawa yang terdapat dalam bunga turi

1. Karbohidrat
2. Protein
3. Lemak
4. Mineral kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium
5. Vitamin B1, B2, B6, C dan beta karoten

Biji turi yang tua, setelah dikeringkan, direbus dan diberi ragi dapat digunakan sebagai bahan baku tempe.

Di India, daun turi digunakan sebagai obat.

Efek farmakologis daun turi adalah
a. Mencairkan gumpalan darah.
b. Mempunyai efek diuretik
c. Menghilangkan sakit

Oleh karena itu daun turi dimanfaatkan untuk

1. Mengatasi radang tenggorokan

Cara

Rebus satu genggam pucuk daun turi dalam 3 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Setelah disaring dalam keadaan hangat air rebusan dapat digunakan untuk berkumur minimal 3 x sehari

2. Menyembuhkan luka yang tidak terlalu dalam

Cara :


Tumbuk daun turi dan tempelkan di atas luka yang sudah dibersihkan terlebih dahulu. Agar terjaga kebersihannya, ramuan itu perlu diganti paling sedikit 3 x sehari.

3. Mengatasi batu ginjal

Catatan

Pemberian jus turi pada tikus dapat mengatasi batu ginjal yang komposisinya terdiri dari kristal kalsium oksalat.

4. Bersifat antioksidan

Berdasar penelitian daun turi mentah atau dipanggang memiliki kandungan beta karoten dan vitamin A. Untuk mendapat manfaat maksimal disarankan mengonsumsi daun turi 2 – 3 x seminggu sebanyak 1 piring kecil.

5. Mengatasi keputihan
Cara :
Segenggam daun turi putih & kunyit sebesar ibu jari dicuci dan digiling halus. Tambahkan ¾ cangkir air matang lalu aduk merata. Selanjutnya ramuan ini diperas & disaring. Ramuan siap diminum. Lakukan 2x sehari.

6. Memperbanyak produksi ASI

Cara:

Daun turi muda dikukus & dimakan sebagai lalap.
7. Meredakan demam nifas

Cara:

Daun turi 1/3 genggam dicuci bersih & digiling halus. Tambahkan ¾ cangkir air matang & sedikit garam. Setelah diperas & disaring, ramuan siap diminum.

Di India, kulit batang turi juga dimanfaatkan sebagai obat sariawan.

Cara :

Rebus satu genggam kulit batang turi dalam 3 gelas air sampai tinggal 1 gelas dan dipakai untuk berkumur.

Efek farmakologis dari kulit batang adalah:

a. Mengurangi rasa sakit (analgetik)
b. Penurun panas

Kegunaan kulit batang turi yang lain adalah :

1.Mengobati scabies

Cara:

Kulit batang ditumbuk halus & dioleskan pada bagian yang terkena scabies.

2. Meredakan disentri

Cara:

Rebus kulit batang dengan 2 gelas air bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah larutan dingin, saring & minum. Lakukan 2 x sehari.

3. Mengobati cacar air & demam dengan erupsi kulit
Cara :

Kulit batang sebesar ibu jari direbus dengan air secukupnya. Setelah dingin, disaring dan diminum.

Di bagian atas telah disebutkan sekilas bahwa di Indonesia bagian pohon turi yang sering dimanfaatkan adalah bunganya yaitu sebagai lalapan. Konsumsi bunga turi sangat bermanfaat bagi para ibu yang sedang menyusui karena dapat memperbanyak dan memperlancar ASI.

Efek farmakologis bunga turi:

a. Pelembut kulit

b. Pencahar

Ternyata akar turi pun juga bermanfaat untuk kesehatan yaitu untuk mengatasi pegal linu
Cara :
Akar turi (berbunga merah) digiling halus. Tambahkan air sehingga adonan menyerupai bubur. Gosokkan adonan tersebut pada bagian tubuh yang linu.

Turi juga dapat meredakan sakit kepala lho. Simak resep tradisional berikut ini :
Bahan :
Satu genggam daun turi
Tujuh biji turi (polong)
Tujuh biji lada
Bawang putih
Satu sendok makan cuka

Cara :
1. Tumbuk biji & daun turi serta lada & bawang putih hingga halus.
2. Masukkan cuka dan aduk hingga rata
3. Oleskan ramuan tersebut pada kening

Banyak juga ya manfaat pohon turi beserta bagian-bagiannya. Sekarang kita jadi tahu bahwa turi bukan hanya pohon peneduh jalan / paru-paru kota saja. Namun ada banyak manfaat yang lainnya.

Daun Embo

DAUN EMBO

Adalah jenis tumbuhan berkhasiat tinggi yang sejak lama dimanfaatkan oleh para nenek moyang kita. kandungan zat yang terdapat di dalamnya. Banyak juga pakar metafisika tertarik untuk mengetahui kekuatan maya dan pancaran aura tanaman ini.

Dari hasil analisa mereka, sekarang daun embo banyak digunakan untuk penyembuhan. Ribuan pasien baik penyakit ringan, maupunpenyakit kronis menahun, bisa disembuhkan dengan keajaiban daun ini.

Pemanfaatan daun embo bisa direbus dengan air dan diminum sarinya. Bisa juga menempuh cara praktis, yaitu dengan minum KAPSUL DAUN EMBO Reaksinya lebih cepat dan rasa pahit bisa dihindari.dan sudah banyak orang yang tertolong dengan ramuan kapsul daun embo.

Apakah anda saat ini sedang mengalami sakit lama tidak sembuh-sembuh?coba anda minum ramuan kapsul daun embo,ramuan tersebut sudah kami isi energi metafisika sehingga bisa membantu proses penyembuhan dengan cepat.

Daun Embo Berkasiat :
menyembuhkan bermacam-macam penyakit:
- Kanker
- Tumor
- Lever
- Maag
- Darah Tinggi
- Leukimia
- Gangguan STROK
- Ginjal
- Asam Urat
- Reumatik
- Jantung
- Peradangan
- Kencing Batu
- Gangguan Pencernaan
- Kencing Manis
- Gondok
- Bisul/ Koreng
- Peredaran Darah
- Sipilis
- Cacar
- Bisul/ Uci-uci
- Wasir/ Ambeien
- Muntaber
- Asma/ Batuk TBC
- Amandel
- Ketergantungan NARKOBA
- Eksim dll.

Selasa, 06 Maret 2012

Manfaat Enceng Gondok

Enceng Gondok

Semula enceng gondok dianggap sebagai tanaman yang dapat merusak lingkungan karena sifatnya tumbuh liar di rawa, danau, ssungai, selokan dan genangan air lainnya. Karena sifatnya yang mudah tumbuh dan adaptasi itu, enceng gondok dalam waktu sekejap mampu menutupi permukaan sungaiataupun danau sehingga sangat mengganggu pandangan.
Terkadang juga jadi pemicu banjir karena tanaman yang merambat diatas air itu dapat menahan sampah. Sebab itu, banyak upaya memusnahkan enceng gondok karena dianggap sebagai tanaman pengganggu lingkungan dengan jalan pembabatan.

Tapi ada pula yang berpikiran kreatif dengan memanfaatkan tanaman itu sebagai bahan kerajinan seperti tas, tikar, aksesoris, taplak meja dan sebagainya. Alhasil, limbah yang tadinya sangat membantu akhirnya mampu mendatangkan keuntungan..
Kabar baru yang cukup menggembirakan adalah bahwa tanaman enceng gondok memiliki senyawa kimia penting hingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit.
Kandungan Enceng Gondok :
Unsur SiO2, calsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), chlorida (Cl), cupper (Cu), mangan (Mn), ferum (Fe) dan banyak lagi.
Pada akarnya terdapat senyawa sulfate dan fosfat. Daunnya kaya senyawa carotin dan buunganya mengandung delphinidin-3-diglucosida. Dengan seluruh kandungan kimia yang ada itu, enceng gondok dapat menyembuhkan tenggorokan terasa panas, kencing tidak lancar, biduran dan bisul. Kandungan senyawa penting tadi terdapat diseluruh organ tanaman dari akar samapai daun ddapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Bahkan bunganya yang menawan juga bagus dijadikan bahan obat tradisional.

Pemakaian enceng gondok sebagai obat dalam
Sediakan daun enceng gondok dan bagian lainnya sebanyak 20-30 gram lantas digodok. Dinginkan dan air rebusannya diminum.
Untuk mengobati bisul
Siapkan daun atau akar enceng gondok segar secukupnya. Lantas bahan tadi dilumatkan sampai halus, kemudian ditambahkan garam secukupnya, kemudian ditempelkan pada bisul.
Mengobati kencing tidak lancar dan biduran
Batang enceng gondok segar direbus, kemudian air rebusannya di dinginkan kemudian diminum. Hanya dengan pengobatan tradisional itu, air seni bisa lancar.

Manfaat Daun Encok

Tumbuhan ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan Pasifik. Daun encok tumbuh liar di ladang, di tepi saluran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai setinggi + 800 m dpi. Perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6 - 2 m. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, bereabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5 - 2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5 - 11 cm, lebar 2 - 5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, wamanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji kecil, cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek.



Nama Lokal :
Daun encok, ki encok (Sunda), ceraka (Sumatera); Bama, godong encok, poksor (Jawa). kareka (Madura); Bama (Bali), oporie (Timor). ; Agni, chitra, chitraka (India, Pakistan),; Ceylon leadwort, white flowered leadwort (Inggris).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Rematik sendi, memar (lebam), keseleo, nyeri lambung, kurap, ; Kanker dan kanker darah.;


Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Akar dan herba.
INDIKASI :
Indikasi Akar berkhasiat untuk mengatasi:
- rematik sendi, memar (lebam),
- keseleo, nyeri lambung,
- kurap, dan kanker darah.
CARA PEMAKAIAN :
Akar sebanyak 10 - 15 g, direbus selama lebih dari 4 jam.
Pemakaian luar, daun diremas lalu diletakkan pada bagian tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit ke ala atau diletakkan di perut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari 1/2 jam agar tidak timbul lepuh seperti luka bakar.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. La Rematik
a. Siapkan segenggam daun segar, dicuci lalu ditumbuk halus.
Tambahkan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur.
Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit.
Lakukan 2 kali sehari.
b. Siapkan daun segar sebanyak 15 g lalu dicuci bersih. Tambahkan
kapur sirih sebanyak 1 sendok makan. Carnpuran ini lalu ditumbuk
sampai lumat, kemudian dibalurkan ke tempat yang.sakit.
2. Sakit kepala
a. Siapkan daun encok secukupnya, lalu dipipis. Tambahkan sedikit
minyak kelapa sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di
pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Cukup 30
menit supaya tidak terjadi lepuh.

b. Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan.
Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di
belakang telinga.


3. Kencing kurang lancar
Ambil daun encok secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling
halus. Gosokkan ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di
posisi kandung kencing. Cukup 30 menit agar tidak terjadi lepuh.

4. Kanker darah
Siapkan akar daun encok, biji Livistona chinensis, Hedyotis diffusa
(rumput lidah ular) dan Verbena officinalis (verbenae berbalma bian cao), masing-masing 30 g, dan Spica prunellae (xia ku caol dari tumbuhan Prunella vulgaris L.) 15 g. Akar daun encok direbus
terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih secukupnya.
Tambahkan air bila air rebusannya.berkurang. Setelah 4 jam, baru
bahan obat lain-lainnya dimasukkan. Didihkan kembali selama 1/2
jam. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3
kali, masing-masing 1/3 bagian.

5. Kusta, skabies, dan kelainan kulit
Ambil akar daun encok, lalu cuci dan tumbuk sampai halus.
Tambahkan sedikit susu dan air sambil diaduk merata sampai
menjadi adonan seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.
CATATAN :
- Perempuan hamil dilarang menggunakan.
- Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat (boric acid).
- Daun hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar juga
dibatasi selarna 1/2 jam. Terlalu lama menyebabkan timbulnya lepuh
seperti luka bakar.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun encok bersifat pahit, tonik, dan beracun. KANDUNGAN KIMIA : Daun mengandung plumbagin, 3-3-biplumbagin, 3-chloroplum- bagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxy plum- bagin). Zat berkhasiatnya yang bernama plumbagin sangat beracun dan pada pemakaian lokal dapat menyebabkan kerusakan kulit berupa lepuh seperti luka bakar. Efek Farmakologis dan hasil Penelitian : Pemberian sari akar daun encok dalam alkohol 50% dengan dosis 100 mglkg bb dan 150 mglkg bb yang diberikan secara oral pada mencit betina, mempunyai efek antifertilitas dan abortivum (Sariati Sirait, Jurusan Farmasi, FMIPA USU, 1990).

Senin, 05 Maret 2012

Manfaat Daun Sendok

Nama lain : Plantago major L.
Nama umum
Indonesia: Daun sendok, ki urat (Snd)
Inggris: common plantain, broad-leaved plantain
Melayu: Ekor anjing, ekor angin… Lihat Selengkapnya
Pilipina: Lanting
Cina: che qian cao

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA

1. Gangguan saluran air kemih. 6 ons herba segar, digodok 3 liter jadi 1,5 liter,dibagi 3 kali minum, atau herba segar ditumbuk, diperas jadi 1/2 mangkuk. Tambah madu 1 sendok, minum, tambah keji beling (Desmodiumgangeticum), direbus, airnya sebagai obat batu ginjal atau kandung kemih. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

2. Air kemih berdarah. Minum semangkok air tumbukanherba segar sebelum makan. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)

3. Keputihan. Akar 10 g. dilumatkan,ditambah air cucian beras saring, minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

4. Disentri panas. Semangkok air tumbukan herba segar + madu 2 sendok, di tim sebentar, minum hangat. Atau Biji digiling halus, larutkan dalam anggur, sebagai tonikum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

5. Disentribasiler. Minum 60 – 120 ml/hari godokan daun sendok, selama 10 hari. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)

6. Diare. Daun segar 30 gram digodok,minum sehari 2 kali. (Saran 3 x 2 kapsul per hari, minum banyak air)

7. Gangguan pencernakan anak-anak. Biji disangrai dan dibuat bubuk untuk dimakan. Umur4-12 bulan; @ 0,5 gram; 1-2 tahun; @1gram,3-4 kali/hari. (Saran 3x 1 kapsul per hari, minum banyak air)

8. Mimisan. Daun segar dilumatkan, seduh dengan air panas, minum setelah dingin.

9. Batuk sesak, batuk darah. Herbasegar 60 g. + sedikit air, 15 g. madu atau 30 g. gula batu, di tim. Minum hangat-hangat. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

10. Radang saluran napas (bronchitis). Herba segar 30 g.digodok, minum, 1-2 minggu. (Saran 3 x 2 kapsul/hari)

11. Kencing manis, kencing batu. Daun 0,5 genggam, digodok, air 3 gelas jadi 2 1/4gelas. Disaring, minum denganmadu. Sehari 3 kali 3/4 gelas minum. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

12. Sakit kuning (Acute icteric hepatitis). Daun 60 g digodok,minum. Nafsu makan timbul dalam 5 s/d 7hari, warna kuning (jaundice) menghilang dalam 14 hari. (Saran 3 x 2 kapsul per hari)

13. Luka berdarah, gigitan serangga, gigitan ular. Lukadikompres dengan air perasan daun sendok.

14. Bisul. Turapkan segenggam daun yang dilumatkan dan diremas dengan sirih.

15. Obat kuat laki-laki. 3 sendok teh biji daun sendok digiling, + 3 sendok madu, minum. (Saran3 x 2 kaps/hr)

16. Radang selaput mata. Tanaman segar direbus 15 menit, airnya diteteskan pada radang selaput mata.

17. Nyeri urat/otot. Daun lima lembar dilumatkan, gosokkan. Atau akarnya dimasak dengan minyak kelapa dihasilkan minyak untuk mengobati salah urat.

18. Kudis. Daun sendok segar 5 lbr, daun sambiloto 7 lbr, digodok, air 2 gelas jadi 1 gelas, saring, minum.

19. Batu empedu. Tanaman daun sendok ( + akar) ditambah keji beling lima kali lipat, direbus, minum.

Sabtu, 03 Maret 2012

Manfaat Daun Oregano

Oregano merupakan tumbuhan yang berasal dari family daun mint. Aroma dan rasanya yang sangat khas. Masyarakat Italia sangat suka mencampur oregano dalam berbagai masakan.


Karena aromanya yang kuat, Anda bisa menjadikan oregano sebagai pengganti daun kemangi. Bukan hanya memperlezat masakan, oregano juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Berikut empat manfaatnya, seperti dilansir dari Times of India.

1. Meningkatkan kekebalan tubuh
Daun oregano merupakan sumber mangan, zat besi dan vitamin A. Mengonsumsinya secara teratur bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

2. Mengurangi nyeri haid
Oregano juga diketahui bisa mengatasi nyeri haid. Cukup kunyah daunnya tiga kali sehari, untuk mengurangi nyeri haid.

3. Mengatasi flu
Flu dan tenggorokan tersumbat bisa juga diatasi dengan minyak oregano. Cukup tambahkan beberpa tetes minyak oregano pada segelas air hangat, dan minum sebanyak tiga hingga lima kali dalam sehari.

4. Antibakteri
Minyak oregano juga mengandung zat antibakteri dan virus. Jika Anda mengalami luka atau infeksi pada kulit, gunakan saja minyak oregano dengan cara dioleskan.


Jumat, 02 Maret 2012

Manfaat Daun Sembung

SEMBUNG
( Blumea balsamifera)

Tumbuhan asal Nepal ini hidup di tempat terbuka sampai agak terlindung di tepi sungai dan tahan pertanian. Dapat tumbuh di tanah berpasir atau tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 2.200 m dpl.

Perdu, tumbuh tegak, tinggi mencapai 4 m, percabangan pada ujungnya, berambut halus, bagian-bagian dari tumbuhan ini bila diremas berbau kamfer. Daun tunggal, di bagian bawah bertangkai, bagian atas merupakan daun duduk, letak berseling, terdapat 2 - 3 daun tambahan pada tangkai daunnya. Helaian daun bundar telur sampai lonjong, pangkal dan ujung runcing, tepi bergerigi atau bergigi, permukaan atas berambut agak kasar, permukaan bawah berambut rapat dan halus seperti beludu, pertulangan menyirip, panjang 8 - 40 cm, lebar 2 - 20 cm. Perbungaan majemuk bentuk malai, keluar di ujung tangkai, warnanya kuning. Buah kotak bentuk silindris, beriga 8 - 10, panjang 1 mm, berambut. Perbanyakan dengan biji atau pemisahan tunas akar.

Sifat dan Khasiat
Sembung bersifat pedas, sedikit pahit, hangat dan baunya seperti rempah. Berkhasiat sebagai antibakteri, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bekuan darah dan pembengkakan, peluruh kentut (karminatif), peluruh keringan (diaforetik), peluruh dahak (ekspektoran), astrigen, tonikum dan obat batuk.

Kandungan Kimia
Sembung ini mengandung minyak asiri (ngai kamfer), zat bergetah (kapur barus) dan borneol, yang juga mengandung sineol, limone, asam palmitin dan myrristin, alkohol sesquiterpen, diameter khlorasetofenon, tanin, pirokatechin dan glikosida. Sedangkan ekstrak borneol didapat dari daun segar.

Bagian yang Digunakan
Daun dan akar muda dari tumbuhan yang belum berbunga, segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi
Daun berkhasiat mengatasi:

Rematik sendi, persendian sakit setelah melahirkan,
Nyeri haid, datang haid tidak teratur,
Influenza, demam, sesak napas (asma), batuk, bronkitis,
Perut kembung, diare, perut mulas,
Sariawan,
Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah koroner (angina pektoris) , dan,
Kencing manis (diabetes melitus)

Akar muda berkhasiat mengatasi:

Darah haid berlebihan (menoragia) ,
Kurang nafsu makan
Sakit perut, diare, cacingan dan,
Rematik sendi



Cara Pemakaian
Daun kering sebanyak 9 - 18 g atau daun segar sebanyak 15 - 30 g direbus, minum. Untuk pemakaian luar, daun segar direbus dan airnya dipakai untuk pengobatan wasir, memar, bisul, radang kulit bernanah dan gatal-gatal pada kulit.

Efek Farmakologis
Pemberian infus daun sembung 10% dengan takaran 5 mg/kg bb pada kelinci, setelah 1 jam terjadi penurunan kadar gula darah. Pembanding, digunakan tolbutamid (Herlina Hutajulu, Prayitno W dan Tarigan Slamet, Farmakologi FK USU dan Jurusan Farmasi FMIPA USU)

Pemberian infus 10% dan 20% daun sembung segar dengan dosis 11 ml/kg bb yang diberikan pada burung merpati jantan yang telah didemamkan, menunjukkan efek antieprik dengan mula kerja yang lebih cepat dan lama kerja yang lebih pendek dari pembanding parasetamol dosis 300 mg/kg bb (Muhammad Imbalo, Jurusan Farmasi FMIPA USU, 1981).

Contoh Pemakaian
Diare
Daun sembung segar sebanyak 1 genggam dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 1 1/2 gelas. tambahkan madu seperlunya, lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Haid tidak teratur, Perut kembung
Daun sembung segar sebanyak 20g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 3/4 nya. Tambahkan sedikit madu, lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

Nyeri Haid
Daun sembung segar sebanyak 5 lembar dan 5 biji kedaung yang telah dipanggang dan dihaluskan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Minum sekaligus setelah dingin.

Akar sembung dan seluruh tumbuhan ginjean (Leonorus sibiricus) masing-masing sebanyak 30g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan gula merah secukupnya lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelahdingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari @ 3/4 gelas.

Angina Pektoris
Daun sembung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 3/4 nya. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali @ 3/4 gelas. Lakukan setiap hari.

Rematik Sendi
Akar sembung 30 g dan daun gandarusa 60 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Demam
Daun sembung segar sebanyak 15 g dicuci lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum 2 kali sama banyak pagi dan sore.

Kurang nafsu makan
Akar sembung dari tumbuhan yang belum berbunga sebanyak 30 g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Seduh dengan secangkir air panas. Setelah dngin disaring, kemudian diminum sekaligus.

Catatan
Merebus daun sembung harus dalam panci tertutup, supaya minyak asirinya tidak menguap.

Manfaat Tumbuhan PRONOJIWO/PRANAJIWA

Pranajiwa adalah tumbuhan perdu tegak dengan tinggi 0,5 m-1,5 m. Sekilas, bentuk daun anggita keluarga Leguminosae ini mirip daun melinjo. Pranajiwa terdapat di Pegunungan Himalaya, Filipina, dan Indonesia. Biasanya, tanaman padat manfaat ini bisa kita jumpai di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.000 m – 2.000 m dpl.

Susunan daun pranajiwa berselang-seling dengan tangkai yang panjang. Setiap tangkai terdiri dari 3-5 anak daun berwarna hijau mengkilat. Panjang daunnya sekira 10 – 15 cm dengan pangkal membulat dan ujung lancip. Sedangkan tangkai bunganya, bersembulan dari ketiak-ketiak daun, tersusun bertandan dalam jumlah banyak. Ukuran bunga-bunga putih ini cukup mungil, sekira 1,25 cm.

Buah pranajiwa yang mirip polong ini, berbentuk lonjong dengan panjang 1-2 cm. Pada waktu muda, polong berwarna cokelat dan berubah hitam keunguan setelah matang. Umumnya, dalam satu polong, terdapat satu biji yang besar. Rasanya? Sangat pahit!



Uji Farmakologi Pronojiwo

Telah dilakukan penelitian efek stimulan ekstrak air biji pronojiwo ( Sterculia javanica R. Br.) terhadap susunan syaraf pusat (SSP) pada mencit dan tikus putih. Pada pemberian oral ekstrak air biji pronojiwo dosis 448,22; 672,33 dan 1008,50 mg/kg bobot badan (BB) terlihat efek stimulan. Efek tersebut teramati dari peningkatan aktivitas motorik, rasa ingin tahu, ketangkasan dan nilai ambang kelelahan pada mencit. Peningkatan aktivitas motorik pada tikus terlihat pada pemberian oral ekstrak air biji pronojiwo pada dosis 317,75; 470,63 dan 705,90 mg/kg bobot badan. Dosis terkecil yang memberikan efek stimulan yang bermakna (P=0,05) pada mencit adalah 672,33 mg/kg BB, sedang pada tikus 470,63 mg/kg BB.

Simplisia diekstraksi dengan cara infus.

Sebelum percobaan, hewan dipelihara selama 1 minggu dan diamati tingkah lakunya. Hanya hewan-hewan yang sehat dan naif yang digunakan untuk percobaan. Sebelum dilakukan percobaan, mencit dan tikus dipuasakan selama 16-18 jam, air minum tetap diberikan.

- Uji “Blind Screening”

Tiga puluh ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok kontrol diberi air suling, kelompok uji diberi ekstrak biji pronojiwo dosis 500; 707,11; 994,05; 1401,61; 1976,27 mg/kg bb secara oral. Efek diamati setelah 45 menit pemberian sediaan, meliputi uji panggung, aktivitas motorik, uji refleks, uji katalepsi, uji gelantung, uji Haffner, pengamatan lakrimasi, salivasi, midriasis, jumlah tinja, urinasi, mortilitas selama uji sampai 24 jam.

- Uji “Automatic Hole Board”

Kelompok-kelopmpok mencit diadaptasi dengan kondisi ruangan percobaan 1 jam sebelumnya. Dosis yang digunakan adalah 470,22; 672,33 dan 1008,5 mg/kg bb. Diberikan secara oral 45 menit sebelum mencit ditempatkan diatas Hole Board. Kelompok kontrol diberi air suling, dan kelompok pembanding diberi kofein dosis 15,6 mg/kg bb.

Mencit ditempatkan ditengah-tengah board, lalu alat dinyalakan. Percobaan dilakukan siang hari dalam ruang gelap, penerangan lampu 25 VA secara tidak langsung, tanpa pengaruh sinar matahari dan kegaduhan. Pengamatan dilakukan setiap menit selama 5 menit.

- Uji “Tedeschi’s Actograph”

Kelompok-kelompok tikus diadaptasi dengan kondisi ruangan percobaan 1 jam sebelumnya. Dosis yang digunakan adalah 317,75; 470,63 dan 705,9 mg/kg bb. Diberikan secara oral 45 menit sebelum dimasukkan ke dalam kotak Tedeschi’s. Kelompok kontrol diberi air suling, dan kelompok pembanding diberi kofein dosis 10,9 mg/kg bb.

Percobaan dilakukan siang hari dalam ruang gelap, penerangan lampu 25 VA secara tidak langsung, tanpa pengaruh sinar matahari dan kegaduhan. Pengamatan dilakukan setiap 5 menit selama 15 menit.

- Uji “Chimney”

Sebelum percobaan mencit dipuasakan selama 16 jam. Dosis digunakan adalah 470,22; 672,33 dan 1008,5 mg/kg bb. Kelompok kontrol diberi air suling, dan kelompok pembanding diberi kofein dosis 15,6 mg/kg bb.

Mencit diletakkan di ujung tabung gelas “Chimney” 45 menit setelah pemberian sediaan. Jika mencit telah mencapai ujung yang lain, posis tabung yang horizontal diubah menjadi vertikal. Mencit akan mencoba memanjat tabung dengan gerakan mundur. Kecepatan gerakan mencit pada kedua posisi tabung diukur.

- Uji ketahanan (uji renang)

Sebelum percobaan mencit dipuasakan selama 16 jam. Dosis digunakan adalah 470,22; 672,33 dan 1008,5 mg/kg bb. Diberikan secara oral, kelompok kontrol doberikan air suling, dan kelompok penbanding diberikan Hept amyl dosis 39 mg/kg bb.

Ikatkan pada ekor mencit pemberat 2 gram, masukkan mencit kedalam tempat yang berisi air. Ketahanan berenang diukur dari waktu mencit berenang sampai tenggelam.

Terlihat adanya kenaikan jumlah jengukan dan kenaikan aktivitas mototrik. Efek bertambah dengan meningkatnya dosis.

DE 50 = 672,33 mg/kg bb.

Adanya peningkatan aktivitas motorik dan rasa ingin tahu secara berarti dibandingkan dengan kelompok kontrol (p 0,05) pada pemberian ekstrak dosis 672,33 dan 1008,5 mg/kg bb.

Tidak ada hubungan antara dosis dengan kenaikan jumlah aktivitas motorik dan rasa ingin tahu.

Adanya kenaikan aktivitas motorik secara bermakana dibandingkan kelompok kontrol (p 0,05) pada pemberian ekstrak dosis 470,63 dan 705,9 mg/kg bb.

Dan terlihat adanya kenaikan aktivitas motorik pada peningkatan dosis.

Ketiga dosis ekstrak pronojiwo menunjukkan kenaikan aktivitas motorik yang berarti (p 0,05).
Tidak ada hubungan antara pertambahan dosis dengan peningkatan ketangkasan.

Adanya peningkatan nilai ambang kelelahan secara bermakna dibanding kelompok kontrol (p 0,05) pada dosis 470,22; 672,33 dan 1008,5 mg/kg bb.

Sumber : Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

Senin, 27 Februari 2012

Manfaat Benalu Teh

Benalu dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan perusak tanaman perkebunan. Tanaman yang hidup pada tumbuhan berkayu ini dapat mematikan inang yang ditumpanginya. Sebagai tumbuhan parasit, benalu hidup dengan mengambil nutrisi dasar yang dimiliki oleh inang untuk selanjutnya diolah menjadi makanan dan energi guna kepentingan tumbuh benalu tersebut.

Benalu Teh mengandung senyawa flavonoid yang disebut Quersitrin dan sari zat Epigallocatechin galat yang diserap dari pohon teh, yang sangat ampuh menghambat dan menghentikan pertumbuhan sel kanker, juga sebagai anti oksidan (penyerap racun) dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Sebenarnya, benalu sejak zaman dahulu telah digunakan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, untuk mengobati sakit pinggang dan jamu pasca melahirkan para ibu Viscum album L untuk mengobati kanker. Pada 1978 penelitian etnobotani juga memberitakan, benalu teh kering yang direbus airnya dapat diminum untuk menyembuhkan penyakit kanker rahim dan jenis kanker lainnya. Pasien penderita kanker yang diberi ekstrak benalu dari spesies Viscum album menun-jukkan perbaikan pada DNA dalam limfosit dan sel kekebalan tubuh.

Manfaatnya;

Membantu mengobati berbagai penyakit kanker atau tumor (kanker rahim, kanker
payudara, kanker usus, kista...
Membantu mengobati penyakit batu ginjal, gondok.
Membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.
Membantu menurunkan darah tinggi, sakit pinggang, rheumatic, encok, dll.
Menghaluskan kulit muka dan menjadikan awet muda.

Cara Penyajian Benalu Teh :

Ambil 40 gram benalu teh, direbus dengan 1 liter air, tunggu hingga airnya tinggal setengah 1/2 liter.
Kemudian saring dan biarkan satu malam (diembunkan) di dalam wadah tertutup di dalam rumah. Paling baik diminum pagi hari sebelum makan dan malam akan tidur

Takaran :

* 3 s/d 5 kali sehari untuk pengobatan
* 1 s/d 2 kali sehari untuk pencegahan

Minggu, 26 Februari 2012

Manfaat Daun Kerak Nasi




Penyakit Yang Dapat Diobati :

Luka terpukul, tulang patah, rematik, sakit kuning, beri-beri, disentri; Bronkhitis, rubela, bengkak (edema), keram/kejang, pegal linu; Erysipelas, sakit kuning.;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Akar, batang dan daun. Dijemur bila ingin disimpan. KEGUNAAN: Akar: - Luka terpukul. - Tulang patah (frakture). - Encok (rheumatism), pegal linu. - Sakit kuning. Batang dan daun: - Bengkak karena penyakit ginjal (nephritic edema). - Beri-beri. - Disentri. - Radang saluran napas kronis (bronkhitis kronis). - Rubella. - Erysipelas. Seluruh tanaman: - Keram / kejang pada kaki. - Sakit pada tulang. - Luka terpukul. - Bengkak (edema) pada kaki. PEMAKAIAN: Untuk minum: 30-60 g (yang segar 90-120 g), rebus atau minum air perasannya. Pemakaian luar: Seluruh tanaman dicuci bersi lalu direbus, airnya dipakai untuk cuci atau mandi. Dapat juga seluruh tanaman setelah dicuci bersih lalu digiling halus sampai menjadi adonan seperti bubur. Tempelkan adonan tadi kebagian yang sakit. Digunakan untuk pengobatan bengkak terpukul, gatal (pruritus) dan ekzema. CARA PEMAKAIAN: 1. Nephritic edigma, beri-beri: Seluruh tanaman sebanyak 30--60 g dicuci bersih, lalu dipotong- potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. 2. Sakit kuning: Akar sangitan ditim dengan daging sapi, makan. 3. Bengkak terpukul, tulang patah: Akar sebanyak 20 g dicuci bersih, potong-potong seperlunya lalu direbus dengan air bersih sebayak 400 cc dan arak putih, sampai tersisa setengahnya. Tambahkan 30 g gula pasir, aduk sampai merata. Setelah dingin disaring, minum. 4. Bengkak terpukul. 60 g akar dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Untuk luarnya, daun segar dicuci Ialu digiling halus. Bubuhkan kebagian tubuh yang sakit. 5. Rematik kronis, sakit pinggang, bengkak: 15-30 g herba setelah dicuci bersih, dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Air rebusan, juga dapat dipakai untuk kompres dibagian yang sakit. 6. Rubella: Seluruh tumbuhan secukupnya dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Godok dengan 3 liter air. Hangat-hangat dipakai untuk mandi. CATATAN: Wanita hamil dilarang minum rebusan tanaman obat ini.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Manis, sedikit pahit, hangat. Herba ini masuk meridian hati (liver). Akar: Menghilangkan kolik (antispasmodik) dan menghilangkan pembengkakan. Batang dan daun: Peluruh kencing (diuretik), menghilangkan pembengkakan dan menghilangkan sakit (analgetik) dan melancarkan sirkulasi. KANDUNGAN KIMIA: Essential oil, ursolic acid, Beta-sitosterol, Alfa-amyrin palmitate, KNO3, tanin.

Sabtu, 25 Februari 2012

Manfaat Daun Inggu

Inggu
(Ruta angustifolia [L.] Pers.)
Sinonim :
= R. chalepensis L. var. angustifolia. = R. graveolens.

Familia :
Rutaceae


Uraian :
lnggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara. Di Jawa, tumbuhan yang dapat menimbulkan iritasi lokal ini sering ditanam di kebun pada daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 m dpl. Terna, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1,5 m, batang berkayu, silindris, ramping. Percabangan banyak, lemah, seluruh bagian bila diremas berbau tidak sedap. Daun majemuk menyirip ganda, letaknya berseling, dengan anak daun lanset atau bulat telur sungsang, pangkal menyempit, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan tidak jelas, panjang 8 - 20 mm, lebar 2 - 6 mm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk dalam malai rata, keluar di ujung ranting, dengan mahkota berbentuk rnangkok warna kuning terang. Buah kecil, lonjong, terbagi menjadi 4 - 5 kotak, warnanya cokelat. Biji kecil berbentuk ginjal, warnanya hitam. Di Eropa dikenal sebagai turnbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya digunakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Perbanyakan dengan setek batang.




Nama Lokal :
Inggu (Sunda), godong minggu (Jawa). aruda (Sumatera).; Anruda busu (Makasar).; Raute (Jerman), ruta (Italia), wijnruit (Belanda),; Common rue herb, rue, herb of grace (Inggris).;




Penyakit Yang Dapat Diobati :

Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; Kejang pada anak, kecikutan (singultus, hiccup), kolik, cacingan,; Histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul,; Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea),; Radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, ; Gigitan ular berbisa dan serangga, Keracunan obat atau racun,; Pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa),; Radang vena (flebitis).;


BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herba ini rasanya memualkan.


Herba ini dapat mengatasi:
- demam, influenza,
- batuk, radang paru,
- kejang pada anak, ayan (epilepsi),
- kecikutan (singultus, hiccup), kolik,
- histeri (hysteria),
- menghilangkan nyeri, seperti nyeri ulu hati, dada, dan hernia,
- hepatitis,
- haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea),
- ekzema pada anak, bisul, radang kulit bernanah,
- memar akibat terbentur benda keras,
- gigitan ularberbisa dan serangga,
- keracunan obat atau racun lain yang mematikan,
- radang vena (flebitis), pelebaran pembuluh darah balik (vena
varikosa), dan
- cacingan.

CARA PEMAKAIAN :
Herba sebanyak 10 - 15 g direbus, lalu minum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau ditemas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit seperti pengobatan pada sakit kepala, kejang pada anak, ketombe, gudig, sakit telinga, sakit gigi, bisul, memar, dan rematik. Oleh karena herba ini rasanya pedas maka pemakaian lokal yang terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah, membengkak, dan kadang timbul lepuh (buila). Minyak asirinya juga dapat digunakan sebagai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit.

CONTOH PEMAKAIAN :
1. Demam
Sebanyak 1/2 genggam herba inggu segar dicuci bersih lalu direbus
dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 3/4 bagian.
Setelah dingin Lalu disaring, dapat ditambah madu sebelum diminum.
Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

2. Kejang pada anak
a. Sebanyak 15 - 20 g daun inggu segar dicuci bersih Lalu potong-
potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai
tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum,
yaitu pagi dan sore hari.

b. Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai
halus. Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah
selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompres ubun-ubun anak
yang sedang kejang.

3. Nyeri ulu hati :
Sebanyak 1 5 g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu
diminum sekaligus.

4. Merangsang haid :
Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih
sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk dirninum.
Setiap kali minum cukup 1/2 gelas.

5. Kecikukan :
Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, Lalu direbus dengan 3
gelas air bersih sampai airnya menjadi 3/4 bagian. Setelah dingin
disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
Setiap kali minum dapat ditambah madu secukupnya.

6. Sakit telinga
Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air
matang. Tumbuk sampai halus, kemudian peras dengan sepotong
kain. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit.

7. Sakit kepala :
Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai
lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyak, tempelkan pada kedua
pelipis.

8. Sakit gigi :
Tiga lembar daun inggu segar dicuci bersih Lalu dibilas dengan air
matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak. Masukkan ke dalam
lubang gigi lalu ditutup dengan kapas.

9. Ketombe, gudig :
Segenggarn daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras
dicuci bersih Lalu digiling halus sampai seperti bubur. Gosokkan
pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig.

10. Bisul
Segenggam daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil
gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk
indigo. Gunakan untuk memoles bisul.

11. Hepatitis ;
Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, Lalu
tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai aimya tersisa
separo. Set

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. . KANDUNGAN KIMIA : Minyak asiri mengandung metil-nonilketone sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine, bergapten, graveoline, graveolinine, asam modic, rutin, rhamno glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, sedikit tanin. Minyak asiri digunakan juga pada industri kosmetika, seperti pembuatan sabun, krim, dan wangi-wangian. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian 1. Sejurnlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus). 2. Dari penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, temyata pada ovarium mencit berumur 21, 35, dan 49 hari terjadi penurunan jumiah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedangjumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas B iologi UGM, 1993). 3. Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4 - 5 hari dengan dosis 0,08 mglg bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas (Flora Rumiati, Fakultas Biologi UGM, 1993).