Tampilkan postingan dengan label Umbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2012

KHASIAT UMBI DAUN DEWA

Daun umbi dewa memiliki khasiat dan manfaat sangat banyak, diantaranya:

1) Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul

2) melancarkan sirkulasi darah

3) menghentikan pendarahan

4) pembengkakan payudara

5) melancarkan haid

6) kolesterol tinggi

7) hipertensi

8) mencegah tumor,

9) mengobati kencing manis

10) diabetes

11) Umbinya berkhasiat untuk mengatasi bekuan darah pembengkakan

12) Pendarahan

13) tulang patah, dan lain-lain.

14) Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah)

15) mencairkan bekuan darah

16) stimulasi sirkulasi

17) menghentikan perdarahan

18) menghilangkan panas

19) membersihkan racun.

20) Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor.

21) Salah satu manfaat yang diambil dari Daun Dewa yaitu tumbuhan tersebut bersifat anti coagulant atau mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun, anti karsinogen dan antimutagenitas, diuretik. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan yang memiliki rasa khas dan sifat netral.

22) Mengobati dan Mencegah sakit jantung

23) Kolesterol

24) Melancarkan sirkulasi tubuh

25) Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tanaman. Bagian daun berguna untuk luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan pendarahan (batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, dan digigit binatang berbisa.

26) Bagian umbi di bagian akar bawah, berguna untuk menghilangkan bekuan darah (haematom),pembengkakan, tulang patah (fraktur) dan pendarahan.

27) Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun temurun dari berbagai negara dan daerah, Daun Dewa dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut:

Luka terpukul. Ambil daun dewa segar 15 – 30 gram direbus dengan air kira-kira untuk tiga kali minum atau ditumbuk, diambil air-nya, campur dengan arak yang dipanaskan, minum rutin tiga kali sehari. Jika sudah membaik hentikan.
Pendarahan pada wanita, pembengkakan payudara, batuk dan muntahdarah. Tanaman lengkap 1 batang, direbus, minum.
Kejang pada anak. Satu batang daun dewa diambil airnya, campur arak, minum.
Digigit ular atau digigit binatang lain. Umbi dilumatkan kemudian ditempelkan ke tempat yang digigit.
Kutil dan uci-uci. Daun dewa 5 lembar dihaluskan dan dilumurkan pada tempat berkutil, kemudian dibalut. Dilepas keesokan harinya.
Tumor. Ambil Daun dewa 3 – 4 lembar, kemudian dimakan mentah atau dilalap.
Menghilangkan bekuan darah di pembuluh darah sehingga mencegah dan mengobati stroke dan serangan jantung. Umbi daun dewa segar sekitar 10 gram ditumbuk halus, tambahkan air setengah gelas, saring, peras, minum, setiap sore. Atau, daun 2-4 lembar untuk lalap (tiga kalisehari).
Batu kandung kemih. Ambil 15 gram daun dewa ditumbuk halus, tambahkan air segelas, saring, peras, minum tiga kali sehari.

28) Umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. Selain itu umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis melahirkan, dan sakit jantung.

29) Daunnya berguna untuk luka pukul, melancarkan sirkulasi darah, menghentikan perdarahan, pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, terlambat datang bulan dan digigit binatang berbisa.

Manfaat Umbi Talas

Talas satu diantara umbi berupa tanaman rimpang yang sangat populer. Sebagai umbi, dibalik rimpangnya yang berbentuk mungil meruncing dan menggembung ternyata berguna dalam berbagai hidangan.

Umbi talas yang mudah dikenal dapat divariasikan menjadi berbagai olahan karena memiliki rasa yang sangat khas. Saat ini talas tumbuh diberbagai negara seperti India Barat, Afrika Barat dan Utara. Bahkan di Asia, tanaman talas ditanam secara luas di China dan diseluruh Filipina, terutama di Visayas bagian timur dan tengah serta daerah Mindanao dan Bikol.

Di Indonesia tanaman talas bisa dijumpai paling banyak di Bogor, Malang, dan Bali. Talas sudah dikenal oleh masyarakat pedalaman karena umbinya lezat dan mudah diolah baik digoreng atau dibuat keripik dan produk olahan lainnya.

Talas termasuk tumbuhan tegak yang memiliki perakaran liar, berserabut dan dangkal. Batang yang tersimpan dalam tanah pejal, bentuknya menyilinder (membulat), umumnya berwarna cokelat tua, dilengkapi dengan kuncup ketiak yang terdapat diatas lampang daun tempat munculnya umbi baru, tunas (stolon). Daun memerisai dengan tangkai panjang dan besar.

Manfaat dan Khasiat

Umbi talas, dan helaian daun bila dimasak lebih dulu dapat dimakan. Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah. Saat ini talas merupakan makanan pokok di banyak pulau termasuk Papua yang berpengaruh secara ekonomi pada permainan tradisional dan upacara adat.

Talas di Asia Tenggara dikonsumsi oleh manusia tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam festival keagamaan, sebagai obat - obatan masyarakat dan sebagai makanan ternak babi. Di Jawa, permen dapat dibuat dari talas yang beraroma semerbak dicampur dengan kelapa dan gula. Daunnya digunakan untuk membungkus masakan buntil, dapat dimasak dan dimakan sebagai selada.

Awalnya talas di Filipina digunakan pada saat makanan pokok dan sayuran hijau mengalami penurunan pasokan. Di Hawai dan beberapa bagian Polynesia, umbi talas dikukus dan dihaluskan untuk dibuat pasrta dan dapat diolah untuk puding.

Mengolah Talas

Sebelum mengolah talas menjadi beragam kudapan (olahan lain) dan jika salah mengolah talas bukan makanan yang dihasilkan bertambah enak tapi penderitaan yang bisa dipetik. Yang pertama diperhatikan mengurangi kadar kalsium oksalat pada talas. Kalsium oksalat dari persenyawaan garam antara ion kalsium dan ion oksalat. Ion ini sangat bermanfaat untuk proses metabolisme dan untuk pertahanan internal bagi talas.

Senin, 12 Maret 2012

Manfaat Umbi Bidara Upas

Nama Latin :
Merremia mammosa (Lour)Hall.F

Nama Daerah :
Bidara upas. Widara upas. Blanar.

Deskripsi :
Merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbinya.

Kandungan Bidara Upas:

Zat pait, Damar, Zat pati.

Khasiat Bidara Upas :

Khasiat Bidara Upas adalah sebagai : Laktagog, Antiinflamasi, Antipiretik.

Resep Tradisional Bidara Upas:

Batuk, Radang tenggorakan, Suara parau : Umbi bidara upas segar 8 g; Rimpang kencur 6 g; Daun sirih 3 helai; Buah kapulaga 3 g; Air secukupnya, Dipipis, Beningan untuk berkumur kemudian diminum 2 kali sehari; pagi dan sore
Difteri : Umbi segar bidara upas 8 g; Air matang sampai 1/4 cangkir, Umbi bidara upas diparut; kemudian diperas dengan kain saringan, Beningan digunakan untuk berkumur kemudian diminum; 2 kali sehari; tiap kali untuk orang dewasa; 2-3 sendok makan; untuk anak-anak 1 sendok makan; bila perlu dapat diencerkan dengan air matang



Manfaat Umbi Bambu Tali

Umbi Bambu Tali

Sejumlah kanker diobati dengan berbagai terapi, seperti kemoterapi, radiasi, dan obat-obatan dari bahan kimia. Namun, ada beberapa jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat untuk mengatasi kanker. Masyarakat juga banyak yang melirik pengobatan tradisional dari tumbuh-tumbuhan untuk mengatasi kanker. Yang paling banyak digunakan adalah keladi tikus dan temu putih. Ada satu lagi tumbuhan yang khasiatnya diakui oleh farmakolog sebagai bahan ramuan untuk mengobati kanker. Yaitu, bambu tali atau dikenal sebagai asparagus.

Bambu tali (Asparagus cochinchinensis (Lour) Merr. tergolong dalam tumbuhan Liliaceae. Secara internasional tumbuhan ini dinamakan christusdoorn. Walaupun namanya bambu, bambu tali berbeda dari tanaman bambu yang banyak terdapat di Indonesia. Seperti nama latinnya, bambu tali lebih mengarah ke asparagus dengan ciri tumbuhan mirip asparagus. Tumbuhan ini banyak terdapat di Cina, Jepang, Korea, dan daerah-daerah di Indocina.

Bambu tali biasanya tumbuh dengan tinggi sampai 1,5 meter. Daunnya berwarna hijau, berbentuk helai panjang, runcing, dan halus. Bunganya berwarna putih berbentuk tunggal. Tumbuhan ini membutuhkan cahaya yang cukup dan tanah yang berpasir halus. Buahnya berbentuk bulat-bulat kecil dan berbahaya bila dimakan. Dari sifat kimiawinya, bambu tali mengandung saponin (aglycone, protosarsapogenin), asparagin, glukosa, fruktosa, dan kandungan lainnya. Biasanya yang sering digunakan dalam berbagai pengobatan adalah bagian umbinya. Rasanya manis, pahit, dan dingin. Dalam farmakologi Cina, bambu tali berkhasiat untuk membersihkan paru, menurunkan panas api, merangsang produksi cairan tubuh, antitoksik, antineoplastik, dan antipiretik.

Berkhasiat sebagai antitumor, bambu tali diteliti lebih lanjut untuk kemungkinan sebagai obat kanker paru-paru. Tumbuhan ini juga berkemampuan membunuh larva lalat dan nyamuk. Meskipun, untuk hal ini masih belum banyak penjelasannya. Bagian dari tumbuhan yang sering digunakan dalam pengobatan adalah umbinya yang dikeringkan. Kebun Tanaman Obat Karyasari memanfaatkan bambu tali untuk pengobatan beberapa penyakit, antara lain saluran pernapasan, kencing manis, susah buang air besar, demam, serta kanker (payudara, limpa, dan darah).

Untuk mengatasi penyakit saluran pernapasan seperti batuk, batuk darah, TBC paru, dan sakit kerongkongan, umbi kering bambu tali (seberat 6-12 gram) direbus dalam 1,5 gelas air. Air rebusannya diminum dalam keadaan hangat-hangat sehari dua kali terus-menerus sampai sembuh. Cara ini juga dapat digunakan untuk mengatasi susah buang air besar, diabetes, dan demam yang disertai gelisah. Guna mengatasi kanker umbi bambu tali (seberat 20-40 gram) direbus, dan air rebusannya diminum. Cara lainnya dengan membuat tim umbi bambu tali yang sudah dikupas. Umbi itu ditim dengan menggunakan arak kuning. Air tim umbi itu diminum tiga kali sehari.